Minggu, 11 Juli 2010

memperbaiki bad sector

Memperbaiki harddisk yang bad Sector


Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur
pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :· Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
     · Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
     · Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena
        goncangan berlebih.
     · Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak
       stabil.
      · Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.
Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah
hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja.
Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector.
Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi
kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.
     · Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak
       dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk
       dipakai sebagai media storage.
     · Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan
       cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter
       masih mungkin dilow level.
     · Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat
di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak
memungkinkan harddisk diperbaiki.
Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi
ke 2, 
dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa
tempat.
Tujuan
      · Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector
      · Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.
Tahapan 1
Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan
kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW
LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC
lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan
software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau
mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c
05/02/96.
Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk
serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan
partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.
Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi
pertama kali digunakan.
Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk
Tahapan 2
Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :
a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau
   extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki
   harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki
   primary partisi (partisi untuk melak ukan booting).
b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan
   pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi
   berapa kerusakan harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.
   Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program
   sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian
  dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan
  perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :
  Kondisi Display pada program Format persentasi yang dapat digunakan
  Baik 0-20% 20%
  Bad sector 21% Dibuang
  Baik 22-89% 67%
  Bad sector 91% Dibuang
  Baik 91-100% 9%
c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan
  buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah
  pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan
  hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan
  F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB
  dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.
  Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan tryerror
  dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih
  kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space
  pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana
  terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun
  hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk
  terjadi.
d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang,
  lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang
  terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive
  D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya
  kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi
  yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang
  partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang
  perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya.
  Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam
  membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.
e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan
  pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang
  partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2
  partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang
  akan digunakan.
  F. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display
  partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C
  sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang
  mengandung bad sector telah dihapus.
  G. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector.
  Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E
  (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.
  Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur
  diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam mem buat partisi
  dengan program FDISK.
  Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya
   mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL
  FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.
  Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya
  belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar.
  Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian
  tempat dimana terjadi bad sector.
Artikel ini sudah dilakukan oleh LAB Busset, dan kesalahan dalam melakukan Tips ini diluar
tanggung jawab Busset..