<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2711804468949903263</id><updated>2011-10-27T19:37:25.808+07:00</updated><title type='text'>the_memories</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://memories85.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2711804468949903263/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memories85.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Under Ground</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12656795935295815967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2711804468949903263.post-2956739721435030655</id><published>2010-12-05T23:14:00.004+07:00</published><updated>2011-04-20T14:45:45.988+07:00</updated><title type='text'>Etika profesi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="background-color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: black; color: #fff2cc;"&gt;Kompetensi profesi TI di negara maju :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Pengetahuan teknis mencakup keterampilan-keterampilan dan kemampuan dalam suatu keterampilan khusus pada bidang IT diperlukan untuk memberikan produk dan layanan yang mendukung proses bisnis.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Koordinasi kerja meliputi keterampilan-keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk mengatur dan memprioritaskan pekerjaan, menanggapi bertentangan kebutuhan bisnis, dan bekerja bersama-sama dengan tim untuk menghasilkan suatu produk atau jasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Pemecahan masalah dan Pencegahannya meliputi keterampilan-keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menganalisa isu-isu dalam spesialisasi&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;area dan mengevaluasi alternatif untuk mencapai kualitas dan solusi teknis yang mendukung jangka  panjang dan pendek dengan tujuan untuk pengguna dan departemen, dan misi universitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Komunikasi dan Layanan meliputi keterampilan-keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk secara efektif bertukar informasi dalam menafsirkan kebutuhan pelanggan, menanggapi kebutuhan mereka, mencapai kepuasan pengguna, dan mengajar bervariasi dalam bidang teknologi informasi untuk kelompok atau individu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Akuntabilitas meliputi keterampilan-keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab untuk bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Tingkat Kompetensi&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Tingkat 1 dirancang bagi mereka yang menerapkan pengetahuan umum untuk mengatasi masalah umum lingkup yang terbatas dan / atau berkontribusi tugas kelompok. Biasanya bekerja di bawah pengawasan langsung.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Tingkat 2 mencakup posisi tersebut memerlukan sedikit kemahiran untuk bekerja secara mandiri. Ini berlaku luas pengetahuan untuk standar dan tidak standar aplikasi teknis untuk memecahkan berbagai masalah dan mencapai tugas. Ini adalah posisi tingkat perjalanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Level 3 memerlukan lebih dalam dan pengetahuan yang komprehensif dalam bidang mereka.Mereka bekerja secara independen dan dapat konsisten menyelesaikan pekerjaan yang paling rumit tugas atau masalah. Mereka dapat menggunakan komunikasi yang maju dan keterampilan kepemimpinan untuk mengkoordinasikan dan rencana proyek. Mereka dibedakan dari Tingkat 2 oleh seluas mungkin cakupan&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;kerja dan dampak dari keputusan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Permintaan akan tenaga kerja di bidang teknologi informasi di lingkungan Pemerintah Daerah saat ini semakin banyak. Namun sayang, jumlah tenaga kerja di bidang teknologi informasi yang kompeten masih minim. Tantangan pemenuhan kompetensi ini pun belum bisa dipenuhi oleh institusi pendidikan yang ada, karena seringkali gelar yang disandang belum bisa menjamin penguasaan skil yang cukup.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Standar kompetensi merupakan ukuran atau patokan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang harus dimiliki seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyarakatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Standar kompetensi tidak berarti hanya kemampuan menyelesaikan suatu tugas, tetapi dilandasi pula bagaimana serta mengapa tugas itu dikerjakan. Dengan kata lain, standar kompetensi meliputi faktor-faktor yang mendukung seperti pengetahuan dan kemampuan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Standar kompetensi bidang Teknologi Informasi secara nasional di Indonesia disebut Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi I yang dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Standar Profesi) melalui salah satu lembaganya yaitu Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;LSP Telematika mengeluarkan sertifikasi kompetensi bidang Teknologi Informasi (TI). LSP Telematika merupakan lembaga yang bersifat independen dan profesional dalam menyelenggarakan standarisasi, uji kompetensi dan sertifikasi bagi para profesional di bidang telematika.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Dalam perkembangannya, LSP Telematika telah menjadi rujukan profesionalisme bagi industri telematika di dalam dan luar negeri. Sertifikat yang dikeluarkan LSP Telematika merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Materi uji kompetensi LSP Telematika disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang sudah disahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penyusun SKKNI merupakan ahli telematika yang berasal dari Dekominfo, Depdiknas, Kementrian Ristek dan beberapa perusahaan TI serta pakar telematika di indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Dalam penyelenggaraan uji kompetensi, LSP Telematika menggunakan test engine dengan software yang integritasnya tidak diragukan lagi. LSP Telematika merupakan pemegang lisensi Automated Testing Software (ATS) di Indonesia. Ujian diselenggarakan dengan berbasis komputer yakni suatu tes yang dipandu dan dikerjakan melalui media komputer termasuk penilaiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Menurut SKKNI LSP Telematika, jenis-jenis pekerjaan bidang Teknologi Informasi dapat dikategorikan menjadi lima jenis dan masing masing telah dipetakan kompetensinya sebagai berikut  :&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;1.   Operator &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Kompetensi yang harus dimiliki terdiri atas : Kompetensi umum, inti dan spesialisasi. Komptensi operator juga banyak disebut sebagai kompetensi dasar SDM yang berkecimpung di bidang TI. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;2.   Programer &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Kompetensi yang harus dimiliki terdiri atas; Keahlian bidang manajemen, Kompetensi pemrograman umum, pemrograman basis data, pemrograman web/internet, kompetensi pemrograman multimedia, pemrograman system, Kompetensi pengembangan pengujian perangkat lunak, Kompetensi pemrogrman dengan program aplikasi&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;3.   Jarkom (Jaringan Komunikasi dan sistem) &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Kompetensi yang harus dimiliki terdiri atas; kompetensi umum, inti, spesialisasi bidang implementasi jaringan, dan pesialisasi bidang pemeliharaan jaringan. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;4.   CTS (Computer Technic Support)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Kompetensi yang harus dimiliki terdiri atas; kompetensi umum, inti, pilihan. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;5.   Multimedia dan audiovisual&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Kompetensi yang harus dimiliki terdiri atas; kompetensi umum, inti dan khusus. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Masing-masing jenis kompetensi pekerjaan tersebut telah dipetakan dan terbagi atas beberapa indikator kompetensi yang sangat rigid sehingga hasil pengujian dapat mencerminkan skill yang objektif. Untuk detail kompetensi setiap jenis pekerjaan akan kami ulas pada kesempatan selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;KOMPETENSI PROFESI TI&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Perkembangan Teknologi Informasi (Information Technology, IT), khususnya di bidang Internet, memacu kebutuhan akan sumber daya manusia yang handal. Namun sumber daya manusia ini tidak dapat dipenuhi sehingga timbul krisis sumber daya manusia. Untuk menghasilkan SDM yang jumlahnya sangat ini dibutuhkan kerjasama antara institusi pendidikan formal (perguruan tinggi, sekolah) dan pendidikan informal (professional training center). Pendidikan formal melalui perguruan tinggi tidak mampu menghasilkan jumlah SDM yang banyak, dan juga kurikulumnya tidak dapat berubah secara cepat mengikuti perkembangan kemajuan teknologi. Padahal, perkembangan dunia IT (khususnya yang terkait Internet) sangat pesat. Oleh sebab itu, lembaga penghasil SDM profesional sangat dibutuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Standar dan sertifikasi dapat dilakukan oleh badan yang resmi dari pemerintah atau dapat juga mengikuti standar sertifikasi di industri, yang sering juga disebut vendor certification. Untuk contoh yang terakhir (vendor certification), standar industri seperti sertifikat dari Microsoft atau Cisco merupakan standar sertifikasi yang diakui di seluruh dunia. Padahal standar ini dikeluarkan oleh perusahaan, bukan badan sertifikasi pemerintah. Memang pada intinya industrilah yang mengetahui standar yang dibutuhkan dalam kegiatan sehari-harinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Dalam bagian ini akan dibahas masalah seputar kompetensi di bidang IT. Kompetensi ditunjukkan dengan dimiliki dan didemonstrasikannya kemampuan (skill).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;1.      Ketrampilan Mendukung (Support) Solusi IT&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Menghubungkan perangkat keras. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Melakukan instalasi Microsoft Windows&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Melakukan instalasi Linux&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Pasang dan konfigurasi mail server, ftp server, web server&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Memahami Routing CGI programming&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;2. Ketrampilan Penggunaan IT&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Kemampuan mengoperasikan perangkat keras. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Mengerti dan melakukan konfigurasi sistem operasi yang mendukung network. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Menguasai perangkat network.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Mengelola network security. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Mengerti network security. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Memahami sebuah database.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Kemampuan menangkap digital image.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Mengakses Internet.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Membuat halaman web dengan multimedia. &lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;3. Pengetahuan di bidang IT&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;Selain memiliki kompetensi teknis di bidang IT, diharapkan seorang pelaku di bidang IT juga memiliki pengetahuan tambahan yang juga berkatian dengan bidang IT. Berikut ini adalah daftar pengetahuan bidang IT.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Dasar perangkat keras. Memahami organisasi dan arsitektur komputer.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Dasar-dasar telekomunikasi. Mengenal perangkat keras komunikasi data serta memahami prinsip kerjanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;• Bisnis Internet. Mengenal berbagai jenis bisnis Internet&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2711804468949903263-2956739721435030655?l=memories85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memories85.blogspot.com/feeds/2956739721435030655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://memories85.blogspot.com/2010/12/etika-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2711804468949903263/posts/default/2956739721435030655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2711804468949903263/posts/default/2956739721435030655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memories85.blogspot.com/2010/12/etika-profesi.html' title='Etika profesi'/><author><name>Under Ground</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12656795935295815967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2711804468949903263.post-7140649745321351683</id><published>2010-07-11T21:49:00.001+07:00</published><updated>2011-04-20T14:33:32.865+07:00</updated><title type='text'>memperbaiki bad sector</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Memperbaiki harddisk yang bad Sector&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;&lt;b&gt;Harddisk&lt;/b&gt; adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur&lt;br /&gt;pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :· Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; · Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; · Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; goncangan berlebih.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; · Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; stabil.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; · Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.&lt;br /&gt;Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah&lt;br /&gt;hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja.&lt;br /&gt;Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector.&lt;br /&gt;Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi&lt;br /&gt;kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; · Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dipakai sebagai media storage.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; · Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; masih mungkin dilow level.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; · Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat&lt;br /&gt;di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak&lt;br /&gt;memungkinkan harddisk diperbaiki.&lt;br /&gt;Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi&lt;br /&gt;ke 2,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: black; color: yellow;"&gt;dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa&lt;br /&gt;tempat.&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; · Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; · Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahapan 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan&lt;br /&gt;kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW&lt;br /&gt;LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC&lt;br /&gt;lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan&lt;br /&gt;software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau&lt;br /&gt;mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c&lt;br /&gt;05/02/96.&lt;br /&gt;Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk&lt;br /&gt;serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan&lt;br /&gt;partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.&lt;br /&gt;Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi&lt;br /&gt;pertama kali digunakan.&lt;br /&gt;Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahapan 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a.&lt;/b&gt; Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; primary partisi (partisi untuk melak ukan booting).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b.&lt;/b&gt; Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; berapa kerusakan harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian&lt;br /&gt;&amp;nbsp; dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan&lt;br /&gt;&amp;nbsp; perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Kondisi Display pada program Format persentasi yang dapat digunakan&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Baik 0-20% 20%&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Bad sector 21% Dibuang&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Baik 22-89% 67%&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Bad sector 91% Dibuang&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Baik 91-100% 9%&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c&lt;/b&gt;. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan&lt;br /&gt;&amp;nbsp; buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah&lt;br /&gt;&amp;nbsp; pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan&lt;br /&gt;&amp;nbsp; hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan&lt;br /&gt;&amp;nbsp; F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB&lt;br /&gt;&amp;nbsp; dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan tryerror&lt;br /&gt;&amp;nbsp; dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih&lt;br /&gt;&amp;nbsp; kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space&lt;br /&gt;&amp;nbsp; pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana&lt;br /&gt;&amp;nbsp; terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun&lt;br /&gt;&amp;nbsp; hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk&lt;br /&gt;&amp;nbsp; terjadi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d&lt;/b&gt;. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang,&lt;br /&gt;&amp;nbsp; lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang&lt;br /&gt;&amp;nbsp; terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive&lt;br /&gt;&amp;nbsp; D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp; kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi&lt;br /&gt;&amp;nbsp; yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang&lt;br /&gt;&amp;nbsp; partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang&lt;br /&gt;&amp;nbsp; perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam&lt;br /&gt;&amp;nbsp; membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;e.&lt;/b&gt; Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan&lt;br /&gt;&amp;nbsp; pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang&lt;br /&gt;&amp;nbsp; partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2&lt;br /&gt;&amp;nbsp; partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang&lt;br /&gt;&amp;nbsp; akan digunakan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; F. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display&lt;br /&gt;&amp;nbsp; partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C&lt;br /&gt;&amp;nbsp; sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang&lt;br /&gt;&amp;nbsp; mengandung bad sector telah dihapus.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; G. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E&lt;br /&gt;&amp;nbsp; (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur&lt;br /&gt;&amp;nbsp; diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam mem buat partisi&lt;br /&gt;&amp;nbsp; dengan program FDISK.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL&lt;br /&gt;&amp;nbsp; FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya&lt;br /&gt;&amp;nbsp; belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian&lt;br /&gt;&amp;nbsp; tempat dimana terjadi bad sector.&lt;br /&gt;Artikel ini sudah dilakukan oleh LAB Busset, dan kesalahan dalam melakukan Tips ini diluar&lt;br /&gt;tanggung jawab Busset..&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2711804468949903263-7140649745321351683?l=memories85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memories85.blogspot.com/feeds/7140649745321351683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://memories85.blogspot.com/2010/07/memperbaiki-bad-sector.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2711804468949903263/posts/default/7140649745321351683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2711804468949903263/posts/default/7140649745321351683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memories85.blogspot.com/2010/07/memperbaiki-bad-sector.html' title='memperbaiki bad sector'/><author><name>Under Ground</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12656795935295815967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
